Makna dan Filosofi Lauk Nasi Tumpeng

Jenis-jenis lauk pauk nasi tumpeng tentunya berbeda di tiap daerah dan juga memiliki arti masing-masing. Berikut beberapa di antaranya:

Beras artinya semua yang kita makan akan menjadi darah dan daging, jadi kita harus memetiknya dari sumber yang bersih.

    Ayam ingkung atau ayam goreng yang dimasak dengan kuah kuning kunyit dan kuah santan kental, sebagai lambang puji Tuhan dalam manekung dan hati yang damai (wening). Ini bisa dicapai dengan mengendalikan diri dan bersabar. Menyembelih ayam juga berarti menghindari karakter yang buruk. Ayam harus ditempatkan menghadap ke Timur.

    Ikan lele goreng dipilih karena bertahan hidup di genangan air dan berada di dasar sungai. Ini adalah simbol ketabahan, ketekunan dalam hidup dan mampu hidup di bawah ketika situasi ekonomi semakin sulit. Saat ini masyarakat lebih suka mengganti ikan lele dengan bandeng (bandeng) atau gurami (gurami).

    Ikan asin (teri atau gereh pethek) hidup di laut dan selalu berkelompok besar, melambangkan persatuan dan kerukunan. Semua ikan ditempatkan menghadap ke Utara, bersama dengan daging sapi, udang, dll.

    Telur yang direbus dengan kuah coklat bukan digoreng atau dijadikan telur dadar, disajikan lengkap dengan cangkangnya artinya kita harus merencanakan langkah-langkah kita (dengan mengupas cangkangnya), mengerjakan sesuai rencana, dan mengevaluasi hasilnya. kesempurnaan. Hal ini berkaitan dengan peribahasa Jawa “Tata, Titi, Titis dan Tatas” yang artinya etos kerja yang baik adalah yang terencana, rinci, tepat dan tuntas. Telur juga melambangkan bahwa Tuhan menciptakan semua manusia dengan derajat yang sama; yang membedakan mereka adalah kesalehan dan perilaku mereka.

    Sayuran yang biasanya berupa kangkung, bayam, kacang-kacangan, taoge, bumbu kuah artocarpus camansi dengan kelapa parut atau urap. Kale (kangkung) artinya jinakung atau melindungi dan mencapai. Bayam berarti ketenangan. Kacang berarti tumbuh. Kecambah melambangkan pemikiran inovatif. Brambang (bawang merah) menandakan pentingnya menimbang semua keputusan dari segala aspek. Cabai merah di atas tumpeng melambangkan api (dilah) yang mencerahkan kita untuk menjadi panutan yang berguna bagi orang lain. Kluwih artinya linuwih atau memiliki kelebihan. Urap (sayur dengan parutan kelapa) artinya urip atau kehidupan, melambangkan kemampuan menafkahi keluarga. Sayuran ditempatkan menghadap ke Selatan.

    Bumbu dan makanan olahan gratis lainnya ditempatkan menghadap Barat.

Beberapa ratus tahun terakhir, orang Indonesia makan nasi tumpeng dengan menggunakan tangan (di kembul). Setiap orang mengambil bagian masing-masing dengan tangan, mencampurkan semua bagian — yang melahirkan istilah “kembul bujana”. Dulu pada masa Orde Lama, mendiang Presiden Soeharto memperkenalkan gaya baru tradisi tumpeng dengan mengiris ujung nasi berbentuk kerucut secara horizontal menggunakan sendok kayu khusus berbentuk sekop. Ritual mengiris nasi biasanya dilakukan oleh orang yang paling dihormati atau sesepuh kemudian diikuti oleh seluruh penonton. Tumpeng kini lazim digunakan para vendor catering wedding jakarta sebagai bagian dari ritual pernikahan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *